Tentang Oats

MENGAPA OAT DISEBUT SUPER GRAIN?


Oat adalah bijian sereal utuh


Setiap bagian Oat yaitu kulit ari, bakal biji dan endosperma mengandung nutrisi penting yang bermanfaat untuk kesehatan.

STRUKTUR OAT

OAT YANG TIDAK DIGILING (UNHULLED OATS)


mengandung zat gizi sebagai berikut:


  • Karbohidrat:
    Oat merupakan sumber karbohidrat yang berfungsi memberikan energi yang dibutuhkan untuk aktifitas sehari-hari.

  • Protein:
    Oat mengandung tinggi protein yang berfungsi untuk pembentukan dan mempertahankan jaringan tubuh. Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

  • Serat:
    Oat kaya serat pangan yang memiliki kandungan yang seimbang antara serat larut dan serat tidak larut. Oat merupakan sumber serat larut yang unik yang disebut Beta Glucan.

  • Vitamin B:
    Oat merupakan sumber vitamin B1 dan B12. Vitamin B1 berperan sebagai koenzim yang membantu metabolism karbohidrat menjadi energi. Vitamin B12 dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah (eritrosit).

  • Mineral:
    Oat merupakan sumber beberapa mineral yang penting seperti seng, untuk kekebalan tubuh, fosfor untuk tulang dan magnesium untuk proses metabolisme tubuh.


Penelitian terkini memfokuskan potensi manfaat kesehatan dari Oat.


Perhatian para ahli terkait manfaat kesehatan terbesar dari oat adalah untuk kesehatan jantung karena keberadaan sumber serat larutnya yakni Beta Glucan. Penelitian lainnya adalah hubungan Oat dengan Diabetes, pengendalian berat badan dan rasa kenyang, serta karakteristik antioksidan. semakin banyak dan terus diteliti.


OAT YANG TIDAK DIGILING (UNHULLED OATS)


Penyakit kardiovaskuler merupakan pembunuh nomor 1 di dunia maupun di Indonesia dibanding penyakit lainnya. Di Indonesia, penyakit ini bertanggung jawab atas 30% kematian tiap tahunnya. Pada tahun 2008, tercatat kematian 300 wanita dan 400 pria per 100.000 orang yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan Diabetes. Selain itu kurang lebih 35% dari populasi mengalami peningkatan kadar gula dalam darah.


Penelitian menyebutkan Oat dapat mengeluarkan kolesterol dari dalam tubuh. Serat larut Beta Glucan pada Oat bekerja menurunkan total kolesterol dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.


Sebuah kajian literatur ilmiah terkini mengaitkan Oat dengan penurunan resiko penyakit jantung. Pada kajian yang berlangsung antara tahun 1995-2006 dengan 30 percobaan dan intervensi klinis dari tahun 2001 hingga 2010 menunjukkan adanya hubungan positif antara mengkonsumsi 3-6 gram Beta Glucan per hari dengan penurunan kolesterol total dan LDL.


Kuatnya hubungan Oat dengan penurunan resiko penyakit jantung di beberapa negara (Tabel 1) membuat Oat dapat diklaim sebagai makanan yang dapat menurunkan resiko penyakit jantung bila memenuhi jumlah kandungan serat larutnya - Beta Glucan sehingga dapat menurunkan kolesterol darah.

TABEL 1:
DAFTAR KLAIM OAT TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL DAN PENYAKIT JANTUNG YANG TELAH DISETUJUI


1997 : Amerika Serikat – US Food and Drug Administration (FDA)
2001 : Swedia – Swedish Nutrition Foundation (SNF)
2004 : Inggris – Joint health Claims Initiative (JHCI)
2005 : Belanda – Food Centre of the Netherlands (Voedingscentrum)
2005 : Malaysia – Ministry of Health
2006 : Swiss – The Federal Office of Public Health (BAG)
2008 : Perancis – Food Health and Safety Agency (AFFSA)
2010 : The European Food Safety Authority (EFSA)
2010 : Kanada – Health Canada


PERKEMBANGAN PENELITIAN TERHADAP OAT and KESEHATAN


Diabetes


Diabetes merupakan penyakit yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Sebuah penelitian berskala nasional terdiri dari 24.417 orang berusia di atas 15 tahun yang tinggal di kota besar di Indonesia, menunjukkan prevalensi 5,7%; (6,2% wanita dan 4,9% pria). Angka ini termasuk 1,5% orang yang didiagnosa Diabetes mellitus (DDM) dan 4,2% orang yang tidak
terdiagnosa Diabetes mellitus.


Impaired Glucose Tolerance (IGT)

Penelitian ini juga menunjukan 10,2% orang Indonesia di kota besar memiliki Impaired Glucose Tolerance. Dalam grup usia muda (15-24 tahun) sebanyak 5,3% dan angkanya meningkat dengan bertambahnya usia. Kenaikan paling besar terjadi di usia menengah (35-54 tahun). Tahun 2010, International Diabetes Federation menempatkan Indonesia pada urutan 165, berdasarkan angka orang dewasa Indonesia yang memiliki Diabetes yaitu 4,6% dari populasi.


Oat berperan penting dalam merespon glukosa dan insulin, hal ini dimungkinkan oleh viskositas yang ditimbulkan dari serat larut Beta Glucan, yang dianggap dapat memperlambat penyerapan glukosa sehingga menurunkan respon glikemik. Faktanya, 16 dari 29 studi klinis tentang kesehatan individu menunjukkan respon glukosa dan insulin yang lebih rendah setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung Oat atau Beta Glucan dibandingkan kontrol.


Weickert et al meneliti pengaruh konsumsi Oat terhadap sensitifitas insulin pada wanita yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas dan menemukan perbaikan 8% pada sensitifitas insulin.


Sama halnya pada individu yang sehat maupun hiperkolesterol, terjadi respon glukosa yang lebih rendah setelah mengkonsumsi produk oat atau produk yang diperkaya dengan Beta Glucan.


Pengendalian Berat Badan Dan Rasa Kenyang Lebih Lama


Kecenderungan berat badan berlebih dan obesitas di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Tahun 2011 ditemukan 12% anak dibawah usia 5 tahun; 10% anak laki-laki dan 6% anak perempuan usia 6-9 tahun, serta 19% orang berusia diatas 15 tahun memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan meningkatnya gaya hidup yang kurang sehat, kecenderungan ini diperkirakan semakin meningkat di masa mendatang.


Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh Oat dan Beta Glucan pada pengurangan berat badan dan rasa kenyang lebih lama. Salah satunya: Liatis dan Reyna-Villasmil menggunakan roti yang mengandung 3 gram dan 7 gram Beta Glucan dalam diet individu dengan Diabetes dan Obesitas, menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi Beta Glucan mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada kontrol. Namun dua penelitian lainnya yang
menggunakan 2,5 – 3 gram Beta Glucan menemukan bahwa tidak ada efek pada berat badan dan asupan energi.


Tekstur kental dari Beta Glucan berperan dalam waktu pengosongan lambung. distensi lambung dan atau pelepasan peptida pengatur nafsu makan dalam usus. Memulai hari dengan sarapan kaya serat seperti semangkuk oatmeal dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan Whole Grain lainnya. Enam penelitian menemukan peningkatan rasa kenyang atau perubahan pada hormon yang berkaitan dengan rasa kenyang. Ditemukan beberapa bukti bahwa Beta Glucan kemungkinan memiliki peran positif dalam pengendalian berat badan dan rasa kenyang, namun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.


Oat Sebagai Antioksidan


Oxidative Stress dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit Kardiovaskuler, Stroke, Diabetes dan beberapa jenis Kanker. Antioksidan adalah zat yang melindungi tubuh terhadap efek buruk radikal bebas seperti perusakan sel dan
inflamasi. Oat mengandung beberapa grup fenol yang dianggap antioksidan bernama avenanthramides. Walaupun
penelitian yang dilakukan masih belum banyak, sebuah studi menggunakan ekstrak avenanthramides dari Oat yang
ditambahkan pada susu skim menghasilkan peningkatan plasma-reduced glutathione, sebuah ukuran kapasitas antioksidan, dibandingkan kontrol. Walau begitu masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami antioksidan dalam Oat dan manfaatnya pada kesehatan.


Kesimpulan


Penelitian mendukung pentingnya peran serat pada Oat dalam kesehatan jantung, terutama penurunan kolesterol total dan LDL. Penelitian juga menunjukkan peran serat pada Oat dalam pengendalian Diabetes, dengan penurunan respon glukosa setelah makan dan perbaikan sensitifitas insulin. Walau peran serat pada Oat dalam pengendalian rasa kenyang dan berat badan masih terbatas, karakteristik physiochemical dari serat pada Oat dapat berperan dalam pengendalian berat badan melalui peningkatan rasa kenyang. Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa menambahkan Oat dalam diet
sehari-hari dapat memberi manfaat bagi kesehatan.

MANFAAT BIJI-BIJIAN atau SEREAL UTUH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Quaker berkomitmen untuk menghadirkan variasi makanan bernutrisi bagi masyarakat Indonesia. Berikut adalah produk-produk Quaker Oat yang memberikan manfaat kesehatan dari Whole Grain.

Produk QuakerWhole Grain Per Sajian% Whole Grain Per SajianTipe Whole GrainJumlah Serat Per Sajian
Instant Oatmeal 800g35g/35g sajian100%Oat3.4
Quick Cook Oatmeal 800g
35g/35g sajian100%
Oat
3.4
Instant Oatmeal 200g
35g/35g sajian100%Oat
3.4
Quick Cook Oatmeal 200g
35g/35g sajian100%Oat
3.4
Instant Oatmeal 35g
35g/35g sajian100%Oat
3.4
Oatmeal Cookie Raisin 27g
7.1g/30g sajian
24%
Oat, Gandum
1.1
Oatmeal Cookie Honey Nuts 27g
7.1g/30g sajian
24%
Oat, Gandum
0.9
Oatmeal Cookie Apple Cinnamon 27g
7.3g/27g sajian
24%
Oat, Gandum
1.1
Quaker 3in1 Original 29g
8.7g/29g sajian
30%
Oat
0.84
Quaker 3in1 Chocolate 29g
7.8g/29g sajian
27%
Oat
0.75


REFERENSI

  1. What is a whole grain? Whole Grains Council. http://wholegrainscouncil.org/whole-grains-101/wha... is-a-whole-grain
  2. Nutrition analysis of quick cooking oats and instant oats.
  3. BPOM Head of Regulations. Indonesia (2012). Claim guidelines for Food Labels and Advertisement No. HK. 03.1.23.11.11.09909, dated January 4, 2012. Jakarta, Indonesia, BPOM, Head of Regulations.
  4. Cardiovascular diseases (CVDs). Fact sheet N°317. September 2012 http://www.who.int/mediacentre/fact sheets/fs317/en/index.html
  5. Indonesia. World Health Organization - NCD Country Profiles, 2011.
  6. Othman RA, Moghadasian MH, Jones PJ. Cholesterol-lowering effects of oat β-glucan. Nutr Rev 2011; 69(6):299-309.
  7. Sohns EL, Rains TM, Maki KC. A scientific review of the health benefits of oats: 2001-2011. Internal report prepared for PepsiCo 2012.
  8. Health Canada. Summary of assessment of a health claims about oat products and blood cholesterol lowering. 2010 http://www.hc-sc.gc.ca/fn-an/label-etiquet/claims-reclam/assess-evalu/oat-avoineeng. php (accessed March 2012).
  9. United States Food and Drug Administration. Food Labeling Guide. Revised October 2009. http://www.fda.gov/Food/GuidanceComplianceRegulato... Food Labeling Nutrition / Food Labeling Guide/default.htm (accessed February 2012).
  10. Mihardja L, Delima, Manz HS, Ghani L, Soegondo S. Prevalence and determinants of Diabetes mellitus and impaired glucose tolerance in Indonesia (a part of basic health research/Riskesdas). Acta Med Indones. 2009 Oct;41(4):169-74.
  11. Diabetes Prevalence Diabetes Prevalence - Country Rankings 2010. http://www.allcountries.org/ranks/Diabetes_prevale... SOURCE: International Diabetes Federation.
  12. Regand A, et al. J Agric Food Chem 57:8831-8, 2009.
  13. Sohns EL, Rains TM, Maki KC. A scientific review of the health benefits of oats: 2001-2011. Internal report prepared for PepsiCo 2012.
  14. Weickert MO, et al. Diabetes Care 29:775-780, 2006.
  15. Tapola N, et al. Nutr Metab Cardiovas Disease 15:255-261, 2005.
  16. Jenkins AL, et al. Eur J Clin Nutr 56:622-628, 2002.
  17. Biörklund M, Holm J, Onning G. Ann Nutr Metab. 52:83-90, 2008.
  18. Soekirman. Taking the Indonesian nutrition history to leap into betterment of the future generation: development of the Indonesian Nutrition Guidelines Asia Pac J Clin Nutr 2011;20 (3):447-451.
  19. Liatis S, et al. Diabetes Metab 35:115-20, 2009.
  20. Reyna-Villasmil N, et al. Am J Therapeut 14:203-212, 2007.
  21. Cugnet-Anceau C, et al. Br J Nutr 103:422-8, 2010.
  22. Kristensen M, Jensen MG. Appetite. 2011;56:65-70.
  23. Wanders AJ, et al. Obes Rev. 2011;12:724-39.
  24. Holt SE, Brand Miller JC, Farmakalidis E. Eur J Clin Nutr. 1995; 49:675-690.