Cart

Mulai Healthy Lifestyle,
Beli Quaker Oats Sekarang!

Lebih mudah dapatkan Quaker Oats di
e-commerce favoritmu!

Makan Banyak atau Biasa, Mana Yang Baik untuk Sahur?

Makan Banyak atau Biasa, Mana Yang Baik untuk Sahur?

Disusun Oleh: Tim Penulis

Ditinjau Oleh: Tim Reviewer

Diterbitkan: 29 March 2026

Seperti apa kebiasaan sahurmu, makan dengan porsi banyak atau biasa? Karena, orang-orang pada umumnya mengonsumsi makanan sahur dengan porsi berlebih. Menurut mereka, kebiasaan ini menghasilkan banyak energi yang kemudian disimpan di dalam perut dalam bentuk lemak, dengan harapan bisa membantu mencegah rasa lapar dalam waktu lama.
Tapi kamu harus tahu, kebiasaan tadi tidak selalu membuahkan hasil yang kamu harapkan. Terutama ketika bulan puasa, sebenarnya kamu justru tidak disarankan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Kenapa begitu?
Ketika perut mengonsumsi makanan, energi yang berlebih akan tersimpan di dalam tubuh sebagai lemak. Biasanya, cadangan energi ini akan terpakai dengan lancar sehingga tubuhmu tetap bertenaga dalam waktu yang cukup lama. Metabolisme lah yang berperan besar dalam kasus ini, membakar energi tadi dan menyalurkannya ke seluruh bagian tubuh untuk digunakan1.
Artinya, mengonsumsi makanan berlebih untuk menyimpan energi cadangan itu ada benarnya, kan?
Tidak juga, karena berbeda dibanding hari-hari biasa, metabolisme tubuh pada bulan puasa cenderung menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas perut selama 12-13 jam tanpa adanya asupan makanan. Akibatnya, energi yang tersimpan tidak tersalurkan dan tetap tertimbun menjadi lemak, sedangkan perut masih mengirim sinyal kelaparan.
Kondisi tadi dapat diperparah bila kamu salah mengonsumsi makanan ketika sahur
Karena kondisi perut melemah, sistem pencernaan jadi lebih sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi. Apalagi ketika bulan puasa, makanan yang dipantang jadi bertambah, seperti makanan keras dan makanan berkarbohidrat sederhana.

Makanan keras seperti gorengan, contohnya akan sulit dicerna oleh perut yang kondisinya sendiri sedang melemah di bulan puasa. Bila tetap dikonsumsi, dikhawatirkan kamu akan terkena kram perut dan konstipasi. Risikonya semakin tinggi bila kamu mengunyahnya hanya dalam waktu singkat.
Begitu juga dengan makanan dengan kadar karbohidrat yang berlebih, terutama karbohidrat sederhana. Jenis makanan ini mudah dicerna oleh perut, sehingga banyak energi yang terbuang tanpa dicerna dulu. Kemudian, energi karbohidrat di dalam perut lebih banyak tersimpan dibanding terbakar, sehingga mereka menumpuk dalam bentuk lemak dalam jumlah banyak. Hal ini dapat menyebabkan penyakit-penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes bila dibiarkan.
Jadi, bagaimana sebaiknya kamu makan sahur?
Pertama, makan dengan porsi yang cukup dalam resep sahurmu. Hal ini bukan hanya berguna untuk menghindari penyakit-penyakit perut, namun juga bisa mengefisienkan energi yang kamu peroleh dan gunakan.

Temukan Produk Quaker

Temukan produk Quaker favoritmu di sini!