Kolesterol tinggi tidak hanya dialami orang tua. Kebiasaan seperti sering makan makanan praktis, duduk terlalu lama, dan kurang tidur dapat meningkatkan kadar kolesterol bahkan sejak usia 20–30 tahun. Karena itu, penting memahami penyebab kolesterol tinggi sejak dini agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Apa Itu Kolesterol?
Kolesterol adalah zat lemak yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan juga bisa diperoleh dari makanan. Kolesterol tidak sepenuhnya berbahaya karena tubuh tetap membutuhkannya untuk membangun dan memperbaiki sel, serta memproduksi hormon.
Masalah baru muncul jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi. Menurut British Health Foundation, kolesterol tinggi dapat memicu penumpukan lemak di pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.
Secara umum, kolesterol dalam darah dibagi menjadi beberapa jenis berikut:
|
Jenis Kolesterol |
Penjelasan |
|
HDL (high density lipoprotein) |
Dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu membawa kolesterol jahat (LDL) kembali ke hati untuk diproses dan dibuang dari tubuh. |
|
LDL (low density lipoprotein) |
Sering disebut kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah jika kadarnya terlalu tinggi. |
|
Trigliserida |
Jenis lemak dalam darah yang berasal dari makanan yang kita makan dan berfungsi sebagai sumber energi, tetapi jika kadarnya tinggi bisa meningkatkan risiko gangguan jantung. |
Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai
Di usia 20–30 tahunan, kolesterol tinggi sering kali bukan disebabkan oleh faktor usia. Justru, kondisi ini lebih sering berkaitan dengan pola hidup sehari-hari yang tanpa sadar terulang setiap hari.
Berikut berbagai penyebab kolesterol tinggi yang rentan terjadi di usia muda:
1. Terlalu Sering Konsumsi Fast-food & Makanan Ultra-Processed
Makanan ultra-processed seperti gorengan, fast food, makanan instan, atau minuman tinggi gula memang terasa lezat dan mudah dikonsumsi.
\Namun jika terlalu sering dikonsumsi, jenis makanan ini dapat meningkatkan asupan lemak jenuh, gula, dan kalori yang berhubungan dengan kenaikan kolesterol.
Meski begitu, bukan berarti makanan ini harus dihindari sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensinya, misalnya dengan menyeimbangkannya dengan makanan rumahan yang lebih sehat dan bergizi.
2. Duduk Terlalu Lama
Banyak orang menghabiskan waktu duduk hingga 8–10 jam sehari, terutama jika bekerja di depan komputer. Kebiasaan ini membuat tubuh menjadi kurang aktif bergerak sehingga metabolisme melambat.
Akibatnya, gula dan lemak (termasuk kolesterol) lebih mudah menumpuk dalam darah, dan tekanan darah jadi lebih sulit terkontrol.
Jika kamu merasa sudah duduk terlalu lama, coba sempatkan diri untuk berjalan sebentar, berdiri, atau melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam guna membantu menjaga sirkulasi dan metabolisme tubuh tetap aktif.
3. Sering Melewatkan Sarapan
Meski kesibukan sedang padat, usahakan kamu menyempatkan sarapan sebelum memulai hari. Melewatkan sarapan dapat membuat rasa lapar menumpuk di siang atau malam hari.
Akibatnya, porsi makan bisa menjadi lebih besar dan asupan kalori meningkat pesat dalam sehari. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh, terutama dalam mengatur gula dan lemak dalam darah.
Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang, pola makan yang tidak teratur bisa ikut berperan pada peningkatan LDL (kolesterol jahat) dan penurunan HDL (kolesterol baik).
4. Kurang Tidur dan Stres Berkepanjangan
Kurang tidur dan stres yang berlangsung lama juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.
Menurut Harvard Medical School, kondisi ini juga sering membuat seseorang lebih mudah merasa lapar atau memilih makanan tinggi gula dan lemak.
Selain itu, kadar kortisol tinggi akibat stres dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
5. Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih dapat memengaruhi cara tubuh mengelola lemak dalam darah, termasuk kolesterol dan trigliserida.
Saat berat badan meningkat, tubuh juga cenderung menyimpan lebih banyak lemak visceral, yaitu lemak di area perut dan sekitar organ dalam.
Lemak ini dapat mengganggu metabolisme lemak di tubuh, sehingga trigliserida dan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah lebih mudah meningkat. Ini yang jadi salah satu alasan penyebab kolesterol tinggi di usia muda.
6. Faktor Genetik
Menurut American Heart Association, penyebab kolesterol tinggi juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, maka risiko kamu juga bisa ikut meningkat.
Dalam kasus tertentu, ada kondisi genetik yang disebut familial hypercholesterolemia, yaitu gangguan yang membuat kadar kolesterol tetap tinggi sejak lahir.
Kondisi ini membuat tubuh sulit mengolah atau membuang kolesterol jahat (LDL) dari dalam darah. Akibatnya, kadar LDL bisa terus meningkat seiring bertambahnya usia.
Tanda Gaya Hidup Kamu Mulai Perlu Dievaluasi
Terkadang kolesterol tinggi tidak disebabkan oleh satu kebiasaan saja, tetapi oleh beberapa pola hidup yang terus dilakukan tanpa disadari.
Jika kebiasaan berikut sering terjadi dalam keseharian, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai melakukan evaluasi kebiasaanmu sehari-hari:
- Jarang makan sayur, sehingga asupan serat yang seharusnya dapat membantu mengontrol kolesterol cenderung sedikit.
- Olahraga kurang dari 2 kali seminggu, sehingga tubuh tidak cukup aktif untuk membantu mengatur metabolisme lemak.
- Sering begadang atau tidur tidak teratur, yang dapat memengaruhi hormon dan pola makan sehari-hari.
- Berat badan naik atau sudah termasuk obesitas.
- Banyak konsumsi kafein.
- Masih merokok.
Agar kadar kolesterol bisa lebih stabil, kamu dapat melakukan perubahan-perubahan kecil sebagai langkah awal untuk mulai memperbaiki gaya hidup secara bertahap.
Apakah Kolesterol Tinggi Selalu Bergejala?
Menurut American Medical Association, kolesterol tinggi sering disebut silent disease karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Banyak orang baru menyadarinya setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, cek kolesterol secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini.
Kapan Harus Mulai Cek Kolesterol?
Pemeriksaan kolesterol sebaiknya tidak menunggu sampai muncul keluhan. American Heart Association merekomendasikan orang dewasa muda untuk cek kolesterol mulai di usia 20–30 tahun agar penanganan atau pencegahan bisa dilakukan lebih cepat.
Beberapa kondisi berikut juga bisa pertimbangan buat kamu mulai cek kolesterol sejak dini:
- Memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
- Berat badan meningkat, terutama jika disertai pola makan tinggi lemak atau gula.
- Memiliki pola hidup kurang sehat, seperti jarang olahraga, sering begadang, merokok aktif, atau sering makan fast food.
Itulah informasi seputar penyebab kolesterol tinggi dan cara mengatasinya. Mengetahui kadar kolesterol sejak dini dapat membantu kamu melakukan penyesuaian gaya hidup lebih cepat sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Dengan mulai memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari, kamu bisa membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil sekaligus mengurangi risiko masalah kesehatan di kemudian hari.